MAU DIAPAKAN BK KITA !

Oleh : Wannef Jambak )* Konselor Sekolah SMP Negeri 2 Sirandorung.

dsc00170.JPGSudah saya coba membolak-balik silabus yang katanya akan menggunakan kurikulum KTSP, yang dibahas cuma masalah bidang study saja. Artinya para pemikir dan pencipta kurikulum kita ternyata betul-betul hanya mengharapkan nilai yang berbentuk angka-angka. Kalau angkanya baik, maka itulah yang akhirnya dikatakan peningkatan mutu.

Kalau seandainya pemikiran para ahli pendidikan kita hanya sampai disitu, maka saya yakin, begini teruslah keadaan masyarakat kita. Kalau di sekolah nilainya delapan, sembilan bahkan ada yang sepuluh, namun di rumah atau dilingkungan masyarakat ia di kenal jahat, pemabuk, dan durhaka pada orangtua. Namun karena nilainya baik di sekolah, maka anak ini tetap dianggap bermutu.

Barangkali para pemikir kita sudah lupa, bahwa pendidikan itu juga harus dibarengi dengan pembinaan mental, agama, dan semua ini dapat dilakukan dengan pelayanan Bimbingan Konseling. Cara-cara dan tekhnik para konselor sekolah sudah paham, namun keberadaan mereka sepertinya terabaikan, bahkan lebih tepat disebut sebagai “anak tiri”.

Yang menyedihkan sekali, dalam KTSP itu yang namanya pelayanan Bimbingan Konseling hanya sebagai kegiatan tambahan yang sejajar dengan UKS, Pramuka, seni tari, sehingga dalam KTSP dimasukkan kedalam “pengembangan diri”. Kalau memang seperti ini pemikiran para ahli pendidikan kita, saya tidak tahu pengaruh dari mana. Kalau dari Barat, seperti Amerika, Inggris, Perancis, saya tau persis mereka sangat menghargai “GUIDANCE And CAUNSELING” ini. Tapi di negeri kita yang corak dan latarbelakang budayanya berebeda-beda, malah Bimbingan Konseling di “Anak Tirikan,” Apa jadinya kelak anak bangsa kita ??
kata Mas Ebiet GAD ” tanya pada rumput yang bergoyang” Mohon tanggapan rekan-rekan lain.

13 responses to “MAU DIAPAKAN BK KITA !

  1. assalamaualakum bang.saya tanpa sengaja membaca blog/site abg saya senang juga ngeliatnya,kalo boleh kasi saran. buat yang lebih atraktif dong bang atau boeleh gak saya kirim juga kabar dari pasaman barat.sebab saya juga dari Ujung gading trims bang

  2. saya butuh silabi & buku banduan bk sma

  3. Bagaimana nih saya bingung pada kurikulum Kate Siape kok guru guru BK gak diajak pelatihan, kok semua guru mata pelajaran

  4. pagi pak
    salam kenal dari eko mahasiswa bimbingan konseling universitas lampung, blog nya keren teruskan perjuangan, kunjung ke blog kami ya? pak
    http://eko13.wordpress.com

  5. Wau..keren ada forum komunikasi BK mungkin saya terlambat buka Websit ini, saya prihatin nich dengan BK sepertinya masih banyak yang memendang sebelah mata dibanding mapel yang lain en.. kapan BK ada Pelatihan PTK (penelitian tindakan Konseling) jangan hanya tuk mata pelajaran

  6. ass. saya mau tanya ne mas. saya kenak PPl di MTsN terus guru BImbingannya tidak ada(guru spesialisasi BK) lantas apa yang harus saya kerjakan?
    apa bisa saya minta tolong mas? saya perlu buku panduan BK, silabus BK, serta contoh RPP BK tingkat MTsN?
    “menyedihkan nasib BK mas, kita perlu orang besar pendidikan yang lahir dari BK”

  7. apa konseling hanya untuk profesi di sekolah aja?

  8. AKTIFIN AJA PKPR NYA PAK.AJAK YANG DARI PUSKESMAS BIAR NYAMBUNG,KALO BK DARI SEKOLAH AJA MUNGKIN KURANG PAS GITU,KARNA INI MENYANGKUT MASA DEPAN PENERUS KITA PAK

  9. pak jannef bisa bantu saya mencarikan info panduan mengenai silabus dan buku untuk guru bk khusus SD

  10. Saya sangat apresiate atas blog bapak. Untuk mencoba meluruskan kedudukan BK disekolah khususnya, ABKIN telah menerbitkan “Rambu-rambu pelaksanaan BK di jalur pendidikan formal”.

  11. gmna cra daftar na pag!!

  12. kasih tau au ea pag

    085647570046

  13. Benar Bang!! Kini kita benar-benar telah kehilangan esensi dari pendidikan itu sendiri, pendidikan sekarang telah banyak mengalami penyempitan.
    pendidikan dipersempit oleh pengajaran..
    Pengajaran dipersempit oleh kurikulum…
    Kurikulum dipersempit oleh pengajaran di kelas…
    pengajaran di kelas dipersempit lagi oleh nilai-nilai Ujian dan akhirnya sukses seorang peserta didik hanya di nilai/ dilihat dari torehan nilai-nilai 8,9, atau 10 di raport or ijazah!!!

    karena itu kita sangat rentan terserang “kesombongan Intelektual (Inntelectual Arrogance)” .
    ini yang menyebabkan kondisi generasi muda kita jadi kehilangan arah…
    banyak terjadinya degradasi moral…dll…

    BK berperan disini!!! maka himbauan kepada seluruh rekan-rekan BK maupun pendidik lain yang masih sangat peduli dengan arah perkembangan dan kemajuan pendidikan indonesia, mari kita bersama kembalikan lagi esensi dari pendidikan.., bahwa mendidik tidak hanya sekedar mentransfer ilmu ke otak peserta didik, tapi bagaimana dalam hal itu terjadi komunikasi 2 arah, dan diharapkan seorang pendidik/ pembimbing sejati dapat mempengetahuankan prilakunya mnjadi prespektif teoritik yang dapat pula di aplikasikan oleh peserta didik / anak2 bimbingan kita. wallahualam..

    semoga kita menjadi manusia yg bermanfaat…amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s